BAB  I

PENDAHULUAN 

A.Latar Belakang

Pembangunan nasional sangat membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas, yaitu yang dibekali dengan ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Untuk menciptakan manusia yang berkualitas harus dibekali dengan pendidikan, baik pendidikan di sekolah maupun pendidikan luar sekolah. Pendidikan merupakan aspek yang penting bagi pengembangan sumber daya manusia sebab pendidikan merupakan wahana atau salah satu instrumen yang digunakan bukan saja untuk membebaskan manusia dari keterbelakangan, melainkan juga dari kebodohan dan kemiskinan. Pendidikan diyakini mampu menanamkan kapasitas baru bagi semua orang untuk mempelajari pengetahuan dan ketrampilan baru sehingga dapat diperoleh manusia produktif (Hadikusumo, 1999: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan un peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Departemen Pendidikan Nasioanl, 2003: 1)tuk berkembangnya potensi.

Dari fungsi pendidikan di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan dibutuhkan untuk mencetak manusia yang cerdas, kreatif, mandiri sebagai sendi dalam pembangunan negara. Jika suatu bangsa ingin maju maka sumber daya manusia harus ditingkatkan. Untuk itu semua anak usia sekolah harus dapat mengenyam dunia pendidikan. Namun itu tidak sesuai dengan keadaan di Indonesiasaat ini Masalah utama pendidikan di kotakendari, masih rendahnya persentase tingkat kelulusan. Dari data kependidikan Kabupaten kendari menunjukkan bahwa tingkat kelulusan nya hanya mencapai 39,8 %. Peningkatan sumber daya manusia yang dilakukan lewat pendidikan menghadapi beberapa kendala, diantaranya faktor lingkungan fisik.

Perkembangan jaman yang semakin modern terutama pada era globalisasi seperti sekarang ini menuntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan prasyarat mutlak untuk mencapai tujuan pembangunan. Salah satu wahana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebutadalahpendidikan. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi sumber daya manusia melalui kegiatan pengajaran. UU Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003, menyatakan, bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan (UU Sisdiknas2003).

Sekolah Menengah Atas (SMA) mempunyai tujuan yaitu menciptakan atau menyiapkan peserta didik agar mempunyai kemampuan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu Perguruan Tinggi. Salah satu usaha yang digunakan untuk mewujudkan tujuan tersebut adalah meningkatkan prestasi belajar siswa.

Prestasi belajar merupakan tolok ukur yang utama untuk mengetahui keberhasilan belajar seseorang. Seorang yang prestasinya tinggi dapat dikatakan bahwa ia telah berhasil dalam belajar. Prestasi belajar adalah tingkat pengetahuan sejauh mana anak terhadap materi yangditerima(Slameto,1993:17) Prestasi belajar siswa adalah hasil belajar yang dicapai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas dan kegiatan pembelajaran di sekolah (Tu’u,2004:75). Prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik yang berasal dari diri siswa (faktor internal) maupun dari luar siswa (faktor eksternal). Faktor internal diantaranya adalah minat, bakat, motivasi, tingkat intelegensi. Sedangkan faktor eksternal diantaranya adalah faktor metode pembelajaran dan lingkungan.

Salah satu faktor dari dalam diri siswa yang menentukan berhasil tidaknya siswa dalam proses belajar mengajar adalah motivasi belajar.Dalam kegiatan belajar, motivasi merupakan keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar,yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar (Sardiman, 2006:75). Motivasi belajar adalah merupakan faktor psikis yang bersifat non intelektual. Selain faktor metode pembelajaran, faktor eksternal yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah faktor lingkungan.Lingkungan merupakan suatu komponen sistem yang ikut menentukan keberhasilan proses pendidikan.Dalam penelitian ini kondisi lingkungan sekolah dan keluarga menjadi perhatian karena faktor ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa yang sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar. Sekolah adalah wahana kegiatan dan proses pendidikan berlangsung. Di sekolah nilai-nilai kehidupan ditumbuhkan dan dikembangkan. Oleh karena itu, sekolah menjadi wahana yang sangat dominan bagi pengaruh dan pembentukan sikap, perilaku, dan prestasi seorangsiswa(Tu’u,2004:18)

Berdasarkan uraian diatas,maka penulis tertarik untuk melakukan kajian khusus dalam suatu bentuk penelitian ilmiah,dengan judul faktor-faktor yang mempengaruhi turunnya persentase kelulusan di kota kendari.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakan diatas maka dapat di kemukakan permasalahan sebagai berikut:

  1. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi turunnya persetase kelulusan dikotakendari tahun 2010.
  2. Bagaimana proses pelaksanaan pendidikan di kota kendari tahun ajaran 2009/2010.
  3.  Apa hambatan yang di hadapi sekolah dalam melaksanakan Ujian Nasional(UN)

C. Tujuan penelitian   

Berdasarkan rumusan masalah di atas penelitian in bertujuan

  1. Untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi turunnya persentase kelulusan di kota kendari.
  2. Untuk mengetahui proses pelaksanaan pendidikan di kota kendari tahun ajaran 2009/2010.
  3. Untuk mengetahui hambatan yang di hadapi sekolah dalammelaksanakan Ujian Nasinal(UN)

D. Manfaat penelitian 

Adapun yang menjadi manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Sebagai bahan masukan bagi pemerintah dalam rangka melaksanakan pendidikan dikotakendari.
  2. Sebagai bahan masukan bagi seluruh sekolah yang bersangkutan untuk meningkatkan mutu pendidikan.
  3. Sebagai sumbangan pemikiran bagi lembaga akademis mengenai mutu pendidikan.
  4. Sebagai bahan kajian bagipeneliti lainnya yang meneliti tema yang sama.
  5. Sebagai bahan kajain bagi peneliti dalam menyuaun skripsi