BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Epidemiologi lebih jauh mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menunjuk dalam Healthy People (Alan Dever, 1984), secara umum dijelaskan bahwa untuk memperbaiki kesehatan penduduk, hal itu harus disusun kembali dalam prioritas perawatan kesehatan dengan penekananlebih besar pada pencegahan penyakit dan promosi kesehatan. Epidemiologi mulai berkembang dari pengamatan atas pengaruh lingkungan terhadap penyakit. Hippocrates 400 tahun sebelum masehi menganjurkan untuk mempertimbangkan arah angin, musim, jenis tanah dan penyakit. Epidemiologi merupakan metode pengumpulan dan analisis fakta untuk mengembangkan dan menguji kerangka piker dan dapat menjelaskan terjadinya fenomena kesehatan. Setiap aktivitas epidemiologi merupakan penerapan metode untuk mengumpulkan dan menganalisis data sehingga dapat disajikan suatu informasi yang memperkaya ilmu pengetahuan mengenai fenomena kesehatan tertentu dan untuk pengambilan keputusan atau kebijakan dalam pelayanan kesehatan. (Amiruddin Ridwan, 2006. Epidemiologi perencanaan dan pelayanan kesehatan. : Makassar).

Sebagai suatu disiplin ilmu, epidemiologi dapat dianggap sebagai ilmu dasar menyangkut mekanisme terjadinya penyakit dan fenomena kesehatan pada umumnya. Disamping itu, epidemiologi dapat jga dianggap sebagai ilmu terapan, yang memadukan ilmu-ilmu biomedik, biostatistika, dan bioteknohlogi untuk memecahkan persoalan-persoalan kesehatan, khususnya mencegah penyakit, disabilitas dan kematian. Dalam lingkungan rumah sakit, ilmu epidemiologi dapat menjembatani kenginan klinis untuk menerapkan ilmu biomedik dan bioteknohlogi dalam pengambilan keputusan klinik dan kenginan masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang efektif, efisien , dan terjangkau pada saat dibutuhkan. (Amiruddin Ridwan,2006. Epidemiologi perencanaan dan pelayanan kesehatan. : Makassar)

Bagi manajer rumah sakit, epidemiologi dapat digunakan sebagai pedang bermata dua, yaitu :

  1. Epidemiologi dapat dimanfaatkan untuk melandasi pengambilan keputusan dalam  pelayanan pasien oleh staf rumah sakit.
  2. Epidemiologi digunakan untuk memantau pola penyakit dimasyarakat yang mencerminkan kebutuhan dan permintaan masyarakat akan jenis-jenis pelayanan yang dapat diberikan oleh rumah sakit. ( Amiruddin Ridwan, 2006. Epidemiologi Perencanaan Dan Pelayanan Kesehatan, : Makassar).

Perkembangkan metode epidemiologi ditujukan untuk semakin meningkatnya validitas hasil penelitian, yakni bahwa kesimpulan yang diambil dari hasil penelitian tersebut sesuai dengan kenyataan. Disamping itu, validitas kajian  epidemiologi yang tinggi memungkinkan generalisasi suatu mekanisme biomedis maupun biosasial, dan  informasi tentang variasi dari mekanisme tersebut menjadi lebih akurat. (Amiruddin Ridwan,2006.Epidemiologi Perencanaan Dan Pelayanan Kesehatan,: Makassar).

B.     Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang ingin dilihat pada epidemiologi perencanaan adalah untuk mengetahui :

  1. Untuk dapat mengetahui pengertian, definisi, peranan, dan ruang lingkup epidemiologi.
  2. Untuk dapat mengetahui permasalahan epidemiologi dalam bidang kesehatan.
  3. Untuk dapat mengetahui perkembangan epidemiologi dalam perencanaan kesehatan.
  4. Untuk dapat mengetahui peranan epidemiologi dalam perencanaan kesehatan.

C. Tujuan

Adapun tujuan yang ingin dicapai yaitu  untuk mengetahui peranan  epidemiologi dalam proses perencanaan

UNTUK LEBIH LENGKAPNYA SILAHKAN DI DOWNLOAD DISINI