KIMIA PADA ZAMAN PURBA

A. Asal Mula

Sejarah perkembangan kebudayaan manusia dimulai pada 3500 tahun sebelum Masehi. Bangsa-bangsa yang tinggal di lembah atau di tepi Sungai Nil, sunai Tigris, dan Euphraat, yakni di dacrah Mesir, Assyria dan Babylonia . Pada zaman purba itu telah mengenal pembagian waktu, misalnya satu minggu dibagi menjadi tujuh hari. Pembagian waktu ini ada hubungannya dengan pengamatan benda-benda langit, misalnya bintang-bintang. Demikian juga arch mate angin, Barat, Timur, Utara , dan Selatan, telah ditetapkan juga- Hal ini tampak pada bangunan candi yang sisinya selalu menghadap ke arah meta angin.

Di Mesir, pada tahun 2500 tahun sebelum Masehi, telah dibuat suatu piramida untuk menetapkan arah barat, timur, utara, dan selatan. Pengamatan terhadap jalannya atau posisi bintang-bintang tertentu dipergunakan oleh prang-prang Mesir untuk menyatakan waktu. Demikian juga dengan bulan dan matahari. Pengamatan tersebut digunakan untuk menentukan masa  pasang-surut yang ada sangkut pautnya dengan banjir yang diakibatkan oleh meluapnya sungai Nil.

Nyatalah bahwa astironomi di Mesir maupun di Babylonia sangat eras hubungannya dengan agama atau kepercayaan masyarakat pada waktu itu. Candi-­candi dibuat menghadap ke arah timur atau barat, ke arah tenggelamnya matahari atau munculnya planet tertentu. Hal ini menguatkan pendapat bahwa pengetahuan pada waktu itu lahir karena mempunyai kegunaan yang terpakai. Pemuka-pemuka agama mempakan ahli-ahli ilmu pengetahuan yang selalu mencari kegunaannya bagi masyarakat untuk mengatasi ancaman bencana atau tantangan alam sekitarnya.

Ilmu ukur lahir Pula di lembah sungai Nil itu. Adanya banjir tiap tahun mcnghapus betas-betas tanah yang dibuat prang. Karenanya timbal cara mengukur tanah. Mereka tidak mengembangkan teori, tetaPi metwunakan cara-cara untuk mcnghitung lugs scgicrnpat. Segitiga dasarkan pada panjang sisi-sisinya. 365 hari. Mereka memberi name pada kelompok bintangJintang dengan Gemini, Scorpio dan lain-lainnya. Selain itu dari pengamatan tersebut mereka meramalkan sesustu kejadian yang akan datang. Misalnya warna merah planet Mars meramalkan akan adanya pcperangan. Nasib seseorang diramalkan melalui hari kelahirannya, yaitu bertepatan dengan kelompok bintang spa. Oleh karena mereka sangat tertarik oleh ramalan-ramalan dengan bintang-bintang ini, maka mereka sangat tekun mempelajari keadaan atau posisi bintang-bintang tersebut.

Ilmu kedokteran telah lama dikenal di Babylonia. Pada 2350 tahun sebelum masehi, di Babylonia selatan telah ada seorang dokter yang berhasil mengoperasi seorang pasien, ia mendapat hadiah yang sangat besar, akan tetapi bila ia gagal, maka sebagai imbalannya, maka ia akan dipotong tangannya. Dengan beranggapan bahwa penyakit itu dibawa oleh roh jahat, maka perkembangan pengobatan di sini dipengaruhi oleh mistik. Dalam buku kedokteran terdapat tulisan yang berisi campuran antara resep dan mantra Pemuka agama mempersembahkan binatang sebagai korban dan dengan demikian mereka juga mempelajari anatomi binatang.

Orang-orang Babylonia pada umumnya petani dan pedagang, karena itu mereka mengenal pula cara-cara pinjam-meminjam uang, cara bekeda sebagai tengkulak, dan lain-lainnya yang ada hubungannya dengan perdagangan. Selain itu mereka ada pula yang menjadi ahli dalam hal kerajinan Langan misalnya membuat sepatu, menyamg– kulit, memotong batu, mengukir gading, membuat hatat, porselin, tekstil, dan lain-lain. Adanya arsitek, ahli musik, pelaut dan lain-lainnya membuat bangsa Babylonia menjadi bangsa yang berkebudayaan tinggi, sehingga ilmu pengetahuan berkembang dengan baik di sini.

B. Kimia Pada Zaman Purba

Telah diketahui bahwa di Mesir pada zaman purba telah ada benda-benda dari logam yang berupa perhiasan atau senjata. Emas, perak dan ternbag. diperkirakan telair ada pada 3000 tahun sebelum masehi. Ada kemungkinan, tembaga dibuat orang pada waktu itu dari mineral malachiet yang dibakar dengan arang. Perunggu digunakan orang pada 2500 tahun sebelum masehi, pada waktu mane besi dan timbal diketcmu, sedangkan raksa, dikenal orang kira-kira 1500 tahun sebelum masehi.

Dengan banyaknya bijih-bijih logam yang terdapat dalam tanah di Mesir, terutama didckat sungai Nil, maka chetah ini dinam alkan “Tanah Hiram” atau “AL Khem” dalarn bahasa arab. Dari kata inilah asal kata “Kimis”. Jelas bahwa di chetah ini, dahulu terdapat tambang bijih-bijih logam Kekuasaan etas tambang dan pengolahan bijih tersebut dipegang oleh raja-raja atau pemuka agama. Hubungan antar pemuka agama dengan raja sangat erat. Besi disebut ” ba-en-pet” yang berarti logam dari langit. Besi sangat dhargai dan dikagumi. telapi karena mudah berkarat, maka logam ini tidak banyak dipakai dalam upacara kcagamaan ataupun untuk

Selain dari logam, maka gelas juga telah dikenal oleh orang Mesir maupun Babylonia. Mereka menggunakan slat yang berupa roda yang berputar pada sumbu yang tegak untuk memberi bentuk kepada tanah liar, misalnya untuk membuat suatu bejana yang kemudian dibakar dalam sebuah tungku atau tanur tinggi yang tertutup. Senyawa-senyawa tembaga dipakai untuk memberi wama hijau atau biro pada gelas. Pembuatan gelas secara besar-besaran bari dilakukan pada 1370 tahun sebelum maschi dengan menggunakan natron yang dilebur bersama kwarsa- Kira-lore 4000 tahun sebelum masehi, orang-orang Mesir telah mengenal zat wama Indigo.

ALKIMIA

A. ASAL MULA

Telah kita ketahui bahwa sejak beberapa abad setelah masehi, didaerah mesir telah ada suatu kebudayaan yang tinggi, terutama yangi dirasakan lansung penggunaannya bagi masyarakat. Dilain pihak daerah Yunani menghasilkan ahli-ahli filsafat yang mempunyai pandangan yang amat bernila; terhadap slam serta segala benda didalamnya.Kedua hal inilah yang membentuk pengetahuan kimia yang kemudian berkembang baik teoritia maupun penggunaannya dalam praktek.

Pada umumnya orang sependapat bahwa kimia sebagai pengetahuan baru lahir pada permulaan Tarih Masehi, dikota Aleksandria, kola yang terletak dimuara sungai nil dan didirikan oleh Alexander Yang Agung. Dikota ini tinggal orang-orang Mesir, Yunani, Syiria, dan Yahudi.. Dengan demikian tedadilah perpaduan teori dari rang-orang Yunani serta Praktek dari orang-orang Mesir dan Kota Alexandria menjadi tempat berkembangnya pengetahuan, bahasa, astronomi,matematika, kedokteran dan Kimia.

LEBIH LENGKAPNYA SILAHKAN DIOWNLOAD DISINI