BAB I

 KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

1.  Pengertian  Keselamatan Dan Kesehatan Kerja

Keselamatan dan kesehatan kerja menunjukan kepada kondisi-kondisi fisiologis-fisikal dan psikologis tenaga kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan.

Menurut mangkunegara keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun  rohaniah tenaga kerja pada khususnya, dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budaya untuk menuju masyarakat adil dan makmur. Menurut suma’mur, keselamatan kerja merupakan rangkaian usaha untuk menciptakan suasana kerja yang aman dan tentram bagi para karyawan yang bekerja di perusahaan yang bersangkutan.

2.   Keselamatan kerja

Keselamatan kerja menunjukkan kondisi yang aman dan selamat dari penderitaan kerusakan atau kerugian di tempat kerja.

Keselamatan kerja atau occupational safety, dalam istilah sehari-hari sering disebut dengan safety saja, secara filosofi diartikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik secara jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya serta hasil budaya dan karyanya.

3.   Kesehatan kerja

Kesehatan kerja menunjukkan pada kondisi yang bebas dari gangguan atau rasa sakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja.

Status kesehatan erja ditentukan oleh empat factor antara lain sebagai berikut:

  1. Lingkungan, berupa lingkungan fisik, biologic, dan social budaya.
  2. Perilaku yang meliputi sikap, kebiasaan dan tingkah laku.
  3. Pelayanan kesehatan: promotif, perawatan, pengobatan, pencegahan kecacatan, dan rehabilitasi.
  4. Genetic, yang merupakan factor bawaan setiap manusia.

Konsep kesehatan dewasa ini semakin banyak berubah, bukan sekedar “kesehatan pada sector industry” saja melainkan juga mengarah kepada upaya kesehatan untuk semua orang dalam melakukan pekerjaannya.

Menurut sima’mur kesehatan kerja merupakan spesialisasi ilmu kesehatan/kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan agar para pekerja/masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya baik fisik, mental, maupun social dengan usaha preventif atau kuratif terhadap penyakit/gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh factor pekerjaan dan lingkungan kerja serta terhadap penyakit umum.

5.   Faktor Risiko di Tempat Kerja

Ditempat kerja, kesehatan dan kinerja seseorang pekerja sangat dipengaruhi oleh sebagai berikut:

  1. Beban kerja berupa beban fisik, mental dan social sehingga upaya penempatan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya perlu diperhatikan
  2. Kapasitas kerja yang banyak tergantung pada pendidikan, keterampilan, kesegaran jasmani, ukuran tubuh, keadaan gizi dan sebagainya.
  3. Lingkungan kerja sebagai beban tambahan, baik berupa factor fisik, kimia, biologic, ergonomic, maupun aspek psikososial.

Menurut mangkunegara bahwa indicator  penyebab keselamatan kerja adalah sebagai berikut:

a)      Keadaan tempat lingkungan kerja, penyusunan dan penyimpanan barang-barang yang berbahaya yang kurang diperhitungkan keamanannya, ruang kerja yang terlalu padat dan sesak, pembuangan kotoran dan limbah yang tidak pada tempatnya.

b)      Pemakaian peralatan, pengaman peralatan kerja yang sudah usang atau rusak, penggunaan mesin, alat elektronik tanpa pengaman yang baik pengaturan penerangan.

c)       Pengaturan udara, suhu udara yang tidak nyaman

6.   Tujuan Penerapan Keselamatan  dan Kesehatan Kerja

Keselamatan dan kesehatan kerja pada dasarnya mencari  dan mengungkapkan kelemahan yang memungkinkan terjadinya kecelakaan. Fungsi ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu mengungkapkan sebab-akibat suatu kecelakaan dan meneliti apakah pengendalian secara cermat dilakukan atau tidak.

Tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja adalah sebagai berikut:

  • Agar  setiap pegawai mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja baik secara fisik,social,dan psikologis.
  • Agar setiap perlengkapan dan peralatan kerja digunakan sebaik-baiknya seefektif mungkin.
  • Agar semua hasil produksi dipelihara keamanannya.
  • Agar adanya jaminan atas pemeliharaan dan peningkatan kesehatan gizi pegawai.
  • Agar meningkatkan kegairahan,keserasian kerja,dan partisipasi kerja.
  • Agar terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan atau kondisi kerja.
  • Agar setiap pegawai merasa aman dan terlindungi dalam bekerja.

Usaha-usaha dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja adalah sebagai berikut:

  • Mencegah dan mengurangi kecelakaan,kebakaran dan peledakan
  • Memberikan peralatan perlindungan diri untuk pegawai yang bekerja pada lingkungan yang menggunakan peralatan yang berbahaya.
  • Mengukur suhu,kelembaban,kebersihan udara,penggunaan warna ruang kerja,penerangan yang cukup terang dan menyajukkan, dan mencegah kebisingan.
  • Mencegah dan memberikan perawatan terhadap timbulnya penyakit.
  • Memelihara kebersihan dan ketertiban,serta keserasian lingkungan kerja.
  • Menciptakan suasana kerja yang menggairahkan semangat kerja pegawai.

BAB 2 SAMPAI 5 SILAHKAN DIDOWNLOAD DISINI