TATAP MUKA DAN PESAN-PESAN NONVERBAL

DALAM KOMUNIKASI ANTARPRIBADI

 

A. TATAP MUKA DALAM KOMUNIKASI ANTARPRIBADI

1). Perubahan-Perubahan Dalam Bidang Teknologi

Dalam dua tahun pertama abad ke-20 terjadi suatu kenyataan yang memperlihatkan temuan-temuan baru dalam bidang teknologi elektronika yang banyak mengemukakan teknologi komunikasi.Tidak seorang pun yang tidak terlibat dalam era informasi tersebut.

Kata Bride (1983) manusia sesuai dengan bawaannya mampu berkomunikasi. Manusia dapat bertahan hidup sebagai mahkluk karena dia mampu berorganisir, memperbaiki, mengembangkan dan meluaskan cara berkomunikasi yang mempengaruhi evolusi fisiknya. Usaha manusia itu tarlihat misalnya dengan mengirimkan pesan yang jelas melalui cara yang jelas dan lain-lain.

Pendapat Bride (1983) tersebut dapat di kaitkan dengan kerangka berpikir tentang komunikasi dari Edwar Sapir yang dikutip Sajogyo (1989) sebagai berikut :

  1. 1.        Komunikasi sebagai proses, meliputi :

(a) proses komunikasi primer berlaku tanpa alat, yaitu secara langsung dengan menggunakan bahasa, gerakan yang diberi arti khusus , aba-aba dan sebagainya.

(b) proses komunikasi sekunder berlaku dengan menggunakan alat agar dapat melipat gandakan jumlah penerima pesan/ amanat yang berarti pula mengatasi hambatan-hambatan geografis (berupa alat radio, televisi) serta hambatan waktu (berupa alat telepon, radio dan berupa buku). Dalam hal ini alat-alat yang berupa media Massa.

  1. 2.        Proses komunikasi primer mendasari pola komunikasi tradisional atau pola komunikasi lama dan proses komunikasi sekunder mendasari pola komunikasi baru atau pola komunikasi modern.
  2. 3.        Jaringan komunikasi tradisional.

(a)    Hubungan social antara para pelakunya berlangsung berhadapan muka.

(b)   Hubungan social yang terjadi sifatnya mendalam dan derlaku pada orang-orang yang berbeda status. Sebagai contoh adalah hubungan antara Patron-Klien atau hubungan babak pengikut.

(c)    Pemberi pesan atau amanat dinilai oleh si penerima pesan dari segi identitasnya (artinya siapa ideal) atau segi gengsinya dan bukan dari isinya yang dibawakan pesan itu.

Silvestri (1983) melukiskan bahwa komunikasi tatap muka atau komunikasi langsung merupakan jenis komunikasi tradisional yang paling tua seumur kehidupan manusia dan merupakan satu-satunya komunikasi antarmanusia yang paling utama. Dengan penemuan-penemuan baru sebagaimana yang diukiskan jaman edan itu, Silvestri mengakui semuanya dapat mengubah kebiasaan dan gaya hidup, jenis dan cara kegiatan dan penampilan manusia setiap hari.

Wilson (1989) mengemukakan kehadiran media massa mempunyai kepentingan tersendiri. Ia dapat meningkatkan komunikasi antar pribadi melalui pesan-pesan yang disebarkannya. Media seolah-olah membesarkan dan mendewasakan anak-anak karena mereka belajar sedkit demi sedikit tentang kehidupan manusia dari media. Melalui media, anak-anak mempelajari cara menyampaikan dan menerima informasi sehingga media dapat dikatakan guru bagi anak-anak.

Kata silvestri, manusia modern seolah-olah hidup dalam sebuah satelit.Mereka berada dan berinteraksi dengan lingkungan yang sudah diprogramkan.melalui satelit yang kecil itu, jangka waktu kemarin, hari ini dan esok tampak tak berarti.Kehidupan manusia akibat program-program itu selain menjadi lancar namun mengarahkan manusia kedalam suatu kehidupan yang praktis, cepat, hemat, efektif dan efisien.Taknologi komunikasi telah mengisolasi manusia dalam kesendirian dan jarang manusia berkomunikasi antar pribadi tatap muka, serta mengancam budaya tatap muka yang beribu-ribu tahun lamanya telah di jalankan manusia.Namun kemajuan itu sendiri hingga saat ini belum sampai menghancurkan niat dan keinginan manusia yang merindukan komunikasi antar pribadi tatap muka.

2.)  Kontak Dalam Komunikasi Antarpribadi

Para ahli mengungkapkan bahwa komunikasi antarpribadi dengan teknologi media maupun dengan tatap muka, kedua-duanya dapat menghasilkan umpan balik langsung yang efektif dan efisien.Jawaban yang netral atas keraguan tersebut adalah komunikasi antarpribadi melalui media atau melalui tatap muka keduanya dimulai dengan membangun kontak antarpribadi.

Soekanto (1989) mengatakan suatu interaksi social tidak akan mungkin terjadi apabbila tidak memenuhi dua syarat yaitu;

  1. Adanya kontak social (cocial contact)
  2. Adanya komunikasi.

Soekanto mengutip pendapat Kingsley Davit (1980) bahwa apabila dengan berkembangnya teknologi dewasa ini manusia dapat berhubungan dengan yang lain melalui telepon, telegrap, radio, surat kabar dan lain sebagainya. Menurut tradisi, komunikasi antarpribadi melalui tatap muka mempunyai keuntungan, yakni para komunikator dan komunikan dapat melibatkan perilaku nonverbal ekspresi fasial, jarak fisik, perilaku paralinguistic dengan sempurna.

Kerugian komunikai antarpribadi melalui media adalah manusia tidak dapat menyatakan ekspresi nonverbal secara sempurna. Jadi yang penting adalah;

  1. Bagaimana cara mengespresikan pelaku pesan nonverbal sesuai dengan media sehingga kesempurnaan itu sesuai dengan jenis media yang dipilih.
  2. Bagaimana cara komunikator dan komunkan memulai komunikasi yang manusiawi yaitu komunikasi antarpribadi yang saling memahami situasi lahir dan batin tanpa pandang jenis media.

Kata kunci untuk itu adalah komunikasi antarpribadi yang berhasil adalah komunikasi antarpribadi yang mampu menjembatani pikiran, perkataan, perbuatan pihak-pihak yang berkomunikasi.

3.) Komunikasi dan Kesamaan Makna

Komunikasi antarpribadi merupakan suatu kegiatan rutin yang mengitari dan mengikat kehidupan manusia. Konsep dasar dan utama efektifitas komunikasi terletak pada keberhasilan komunikator  dan komunikan yang membentuk makna yang sama atas pesan yang mereka tukarkan. Tanpa komunikasi, maka tidak ada makna yang sama yang akan ditukar oleh peserta komunikasi.

4.) Komunikasi dan Pertukaran Pengalaman

Ketika sedang berkomunikasi kadang kita tidak sadar bahwa suksesnya komunikasi karena para komunikator dan komunikan berhasil menukar pengalaman mereka masing-masing , misalnya memberikan informasi, menukar gagasan dan pengalaman, menghibur dan mungkin menekan atau mengancam komunkan. Pada saat seperti itu kita dapat mendengarkan keluhan hidup, pengalaman anak yatim piatu, kekurangan uang, tugas-tugas kuliah yang berat, kemarahan sang provesor, putus cinta dengan sang pacar dan lain-lain.

 

TATAP MUKA, KOMUNIKASI ANTARPRIBADI UTAMA

1.) Tatap Muka,Kualitas Komunikasi Antarpribadi

Apabila ditinjau dari seggi media, ada dua bentuk komunikasi antarpribadi yakni komunksi bermedia dan komunikasi tidak dermedia.namun banyak orang melakukan komunikasi antarpribadi secara langsung atau tatap muka.

Atas alas an itu maka Rogers dan Shoemaker (1971) berpendapat bahwa apabila anda ingin berkomunikasi dengan baik maka anda diminta untuk menggunakan lebih dari satu alat indra melalui tahap-tahap sebagai berikut;

  1. tahap mengetahui dan melihat melalui indra mata sebesar 83%
  2. tahap mendengar melalui indra telinga 11%
  3. tahapan membaui melalui indra hidung3,5%
  4. tahapan meraba dengan tangan sebesar 1,5%
  5. tahap merasa dengan lidah sebesar 1,0 %.

Jadi dapat disimpulkan bahwa komunikasi yang sering digunakan adalah tahap no satu sebesR 83%. Maka kata Tan (1981) komunikasi antarpribadi adalah komunikasi tatap muka antara dua orang. Kelebihan dari komunikasi tatap muka adalah para  peserta langsung mengadakan kontak antarpribadi, saling menukar informasi, saling mengontrol prilaku antarpribadi karena jarak antara komunikator dan komunikan sangat dekat sehingga memuaskan dua pihak.

lebih lengkapnya silahkan download disini