KOMUNIKASI DATA

JARINGAN LAN

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar belakang

Pada tahun 1940-an di Amerika ada sebuah penelitian yang ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer secara bersama. Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, karena mahalnya harga perangkat komputer maka ada tuntutan sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. Dari sinilah maka muncul konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), bentuk pertama kali jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. Jaringan komputer adalah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan.

Jaringan komputer terbagi menjadi tiga bagian diantaranya, LAN ,MAN,dan WAN. Salah satu segmen industri komunikasi yang tumbuh dengan pesat sejak tahun 1989-an adalah Jaringan Komputer Lokal (LAN = Local Area Network). Jaringan komputer lokal menghubungkan peralatan yang terbatas pada area geografi yang kecil. Jarak yang sebenarnya dapat dicapai LAN tergantung pada implementasi tertentu. LAN menjangkau area lokal yang telah ditentukan, seperti ruang suatu kantor, satu bangunan atau sekelompok bangunan.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang menjadi topik kajian dalam makalah ini adalah keseluruhan unsur-unsur pembentukan jaringan LAN

1.3 Tujuan dan manfaat

1.3.1 Tujuan

Melihat dari rumusan masalah, tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui keseluruhan unsur-unsur pembentuk jaringan LAN.

1.3.2 Manfaat

Manfaat dari pembuatan makalah ini adalah:

  1. memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk mengetahui pembentuk jaringan LAN.
  2. Menambah pengetahuan mahasiswa mengenai jaringan LAN.

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1.Pengertian dan Prinsip Kerja LAN

LAN dapat definisikan sebagai network  atau  jaringan   sejumlah  sistem komputer yang lokasinya terbatas didalam satu gedung, satu kompleks gedung atau suatu kampus dan tidak menggunakan media fasilitas komunikasi umum seperti telepon, melainkan pemilik dan  pengelola   media   komunikasinya adalah pemilik LAN itu sendiri. Dari definisi diatas dapat kita ketahui bahwa sebuah LAN dibatasi oleh lokasi secara fisik. Adapun penggunaan LAN itu sendiri mengakibatkan semua komputer yang terhubung dalam jaringan dapat bertukar data atau dengan kata lain berhubungan. Kerjasama  ini  semakin  berkembang   dari hanya pertukaran data hingga penggunaan peralatan secara bersama. LAN yang umumnya menggunakan hub, akan mengikuti prinsip kerja hub itu sendiri. Dalam hal ini adalah bahwa hub tidak memiliki pengetahuan tentang alamat tujuan sehingga penyampaian data secara broadcast, dan juga karena hub hanya memiliki satu domain collision sehingga  bila   salah satu port sibuk maka port-port yang lain harus menunggu.

 

2.2 Komponen-Komponen Dasar LAN

 

Beberapa komponen dasar yang biasanya membentuk suatu LAN adalah  sebagai berikut:

a. Workstation

Workstation merupakan node atau host yang berupa suatu sistem komputer. Sistem komputer ini dapat berupa PC atau dapat pula berupa suatu komputer yang  besar  seperti  sistem  minicomputer, bahkan  suatu  mainframe. Workstation dapat bekerja sendiri (stand-alone) dapat pula menggunakan jaringan untuk bertukar data dengan workstation atau user yang lain.

b. server

lebih lengkapnya silahkan download disini