BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Patogen “penyebab penderitaan” adalah agen biologis yang menyebabkan penyakit pada inangnya.  Sebutan lain dari patogen adalah mikroorganisme parasit.  Umumnya istilah ini diberikan untuk agen yang mengacaukan fisiologi normal  tumbuhan multiselular. Namun, patogen dapat pula menginfeksi organisme uniselular dari semua kerajaan biologi begitu pula pathogen juga dapat menyerang tanaman sawi.

Sawi adalah sekelompok tumbuhan dari marga Brassica yang dimanfaatkan daun atau bunganya sebagai bahan pangan (sayuran), baik segar maupun diolah. Sawi mencakup beberapa spesies Brassica yang kadang-kadang mirip satu sama lain. Di Indonesia penyebutan sawi biasanya mengacu pada sawi hijau (Brassica rapa kelompok parachinensis, yang disebut juga sawi bakso, caisim, atau caisin). Penyakit yang tanaman sawi yang lain misalnya Penyakit akar pekuk, Bercak daun alternaria, Busuk basah (soft root), Penyakit embun tepung (downy mildew),  Penyakit rebah semai (dumping off), Busuk daun, busuk Rhizoctonia (bottom root), Bercak daun dan virus mosaik.

Salah satu aspek dalam ilmu penyakit tumbuhan ialah mempelajari bagaiman pathogen itu. Yang menyangkut  dengan pengaruh lingkungan terhadap tingkah laku patogen pada tiap tahap perkembangannya, dan ini perlu diketahui untuk menentukan metode pengendalian penyakit yang efektif dan efisien Identifikasi penyebab suatu penyakit merupakan suatu langkah dalam studi penyakit dan sebagai titik awal untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya. Jika terdapat acuan metode pengendaliannya di luar negeri tempat penyakit tersebut pernah menimbulkan kerugian yang besar dan telah banyak diteliti, pemerintah dan masyarakat perlu segera mengambil tindakan agar penyakit tidak meluas ke daerah lain dan menimbulkan kerugian yang lebi besar.

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana gejala yang ditimbulkan oleh pathogen
  2. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi perkembangan pathogen
  3. Bangaimana pengendaliannya

C. Tujuan

LENGKAPNYA SILAHKAN DOWNLOAD DISINI