WAJAH PENDIDIKAN BANGSAKU

Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat signifikan dalam sebuah kehidupan berbangsa. Pendidikan juga merupakan salah satu sentral pembangunan untuk mempersiapkan manusia seutuhnya dalam tranformasi dunia dan perkembangannya.Pemuda yang berpengetahuan luas, cerdas, dan berakhlak mulia adalah menjadi tolak ukur dari sebuah keberhasilan pendidikan. Pada pembukaan UUD 1945 alinea keempat telah dinyatakan bahwa tujuan pendidikan adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, oleh sebab itu keberhasilan persiapan terhadap masa depan pada akhirnya ditentukan oleh kualitas yang dihasilkan oleh pendidikan.

Mempersipkan pendidikan yang berkualitas bagi peserta didik adalah salah satu tujuan pendidikan nasional bangsa Indonesia. Ditangan peserta didik inilah nasib bangsa sangat bergantung. Telah banyak usaha dan upaya yang telah dilakukan oleh bangsa ini untuk memwujudkan sebuah pendidikan yang berkualitas, dari mulai perbaikan infrastruktur  penunjang, perbaikan kurikulum, sampai peningkatan kesejahteraan guru, yang tidak dipungkiri telah banyak memberikan kemajuan yang berarti terhadap bangsa. Segala perubahan dan perbaikan dilakukan agar pendidikan tetap relevan dengan tuntutan zaman sehingga peserta didik sepenuhnya dapat mengembangkan dirinya sesuai dengan kemampuan dan kecerdasannya. Keterlibatan putra putri bangsa dalam ajang olimpiade internasional yang juga turut mempersembahkan kemenangan dan mengharumkan nama bangsa adalah salah satu bukti bahwa kualitas pendidikan kita telah mengalami perkembangan dan mampu mengukir prestasi yang membanggakan.

Namunpun demikian, wajah indah itu ternoda dengan kenyataan bahwa masih banyaknya anak-anak bangsa yang belum bisa mengenyam bangku sekolah sepenuhnya. Sepenuhnya kemiskinan dan kurangnya sarana dan prasarana pendidikan yang ada, khususnya didaerah pelosok disinyalir menjadi masalah berat yang belum dapat diatasi oleh bangsa ini. Baik pemerintah maupun masyarakat menginginkan hal yang sama yaitu kesejahteraan rakyat yang berprioritas pada terwujudnya masyarakat yang berpendidikan dan berkualitas tinggi. Namun disisi lain kita tidak dapat menuntut ataupun memaksakan seseorang menuntut ilmu, khususnya bagi fakir miskin. Masih adanya bangunan-bangunan sekolah yang sudah tidak layak pakai namun tetap digunakan untuk proses belajar mengajar menyebabkan berkurangnya konsentrasi guru dan murid yang melakukan kegiatan belajar mengajar pada sekolah tersebut. Tidak hanya sampai disitu saja, adanya kekhawatiran akan robohnya bangunan sekolah yang tidak layak pakai itu juga terkadang hinggap dihati para guru dan murid dan terkadang pula kekhawatiran itu menjadi nyata dan pada akhirnya menelan banyak korban luka karena tertimpa reruntuhan bangunan yang telah sangat lapuk.

Melihat kenyataan ini, bisa dikatakan bahwa pendidikan Indonesia telah diselimuti duka. Tangis dari anak-anak bangsa yang tak memiliki kemampuan mengenyam pendidikan seakan menuntut sebuah keadilan akan hak dan kewajiban mereka terhadap bangsa ini. Disisi lain pemerintah juga telah sangat berupaya dan memeras otak untuk memberikan yang terbaik bagi pendidikan bangsa ini.

Momentum hari Pendidikan Nasional seharusnya menjadi tonggak untuk kemajuan masa depan pendidikan, jangan lagi ada yang saling melempar kesalahan dan saling menjatuhkan tetapi marilah kita semua duduk bersama-sama dan mulai mengidentifikasi tentang masalah apa yang sebenarnya menghambat pendidikan kita dan kemudian merumuskannya sehingga dapat diimplementasikan dilapangan. Sudah saatnya  kita semua bersatu memberikan perhatian lebih pada pendidikan bangsa, bangkit dari keterpurukan dan dapat melakukan dan memberikan sesuatu yang membanggakan dan mengangkat derajat bangsa dimata dunia dan bukan dengan saling melemparkan tanggung jawab diantara kita. Ibarat satu lidi tidak akan membersihkan sebuah halaman yang luas, tetapi dengan mengikat dan menyatukan lidi-lidi yang terpisah itu dalam satu ikatan yang namanya persatuan maka halaman seluas apapun pasti menjadi bersih. Seperti juga halnya dengan pendidikan, jika semua dapat bersatu dan tidak berjalan sendiri-sendiri, maka tidak mungkin tujuan pendidikan nasional yang mengarah pada terciptanya kualitas pendidikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dapat terwujud dan berjalan seperti apa yang telah dicita-citakan oleh kita semua.

DAFTAR PUSTAKA

Fattah, Nanang. 1997. Landasan Manajemen Pendidikan. Penerbit: PT Remaja Rosdakarya Bandung.

Arsyad, Azhar. 1997. Fungsi dan Manfaat Media Pendidikan. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.