PERIODE PERKAMBANGAN ANAK DAN MASALAHNYA

1. PENDAHULUAN

Dalam perkembangan manusia dialami sepanjang rentang kehidupan manusia yaitu ketika terjadi konsepsi sampai saat bayi lahir yang disebut sebagai masa prenatal, masa bayi, masa kanak-kanak (awal dan akhir), masa remaja, masa dewasa (dini, madya, dan lanjut usia. Masing-masing tahapan perkembangan ini memiliki karakteristik perilaku yang berbeda satu sama lain.

Karena memiliki karakteristik perilaku yang berbeda satu sama lain maka dalam setiap periode perkembangan juga memiliki problem sosial yang berbeda pula. Entah masalah yang dialami maupun masalah sosial yang muncul ketika memasuki periode perkembangan tertentu.

2. PROBLEM SOSIAL PADA SETIAP PERIODE PERKEMBANGAN

a. Periode Perkembangan dalam Kandungan (Pra-Natal)

Pada masa periode ini, beberapa problem sosial dialami secara tidak langsung yaitu melalui perantara ibu yang hamil. Problem sosial yang dialami oleh ibu hamil juga dirasakan secara tidak langsung oleh anak pada masa pra natal. Salah satu problem sosial ini adalah: keadaan emosi seorang ibu.

Maksudnya adalah keadaan emosi yang dialami juga dirasakan oleh ibu, entah karena disebabkan terjadi masalah dengan suami, ataupun masalah sosial mengenai kehamilan ibu (hamil diluar nikah). Perubahan emosi pada ibu hamil menurut penelitian menyebabkan susunan saraf otonom akan melepaskan beberapa zat kimiawi ke dalam aliran darah, sehingga metabolisme dalam tubuh akan mengalami perubahan. Dengan begitu, akan terjadi perubahan sistem sirkulasi pada janin, dan akan mengganggu perkembangan janin. Apabila hal ini terjadi dapat mempengaruhi emosi janin, karena emosi janin sangat dipengaruhi oleh kondisi ibu saat mengandung.

  1. Periode Perkembangan Masa bayi

Periode masa bayi berlangsung saat bayi berusia 2 minggu hingga usia 2 tahun. Pada masa ini, bayi banyak melakukan eksplorasi terhadap banyak hal. Dimana terdapat berbagai resiko, untuk itu dalam masa ini bayi masih sangat ketergantungan terhadap orang lain. Untuk itu, dalam masa ini juga bayi sangat mudah dipengaruhi oleh lingkungan yang diterimanya. Dan juga masa ini juga menjadi dasar dalam masa mendatang, untuk itu pengaruh sosial yang diterima bayi haruslah memberikan contoh yang baik.

  1. Periode Perkembangan Masa Kanak-kanak

Pada masa ini berlangsung pada usia 2 tahun sampai 11 tahun, dimana perkembangan daya pengamatan dan masa keindahan sedang berkembang. Masa ini anak suka mengamati dunia luarnya, serta suka mendengar cerita yang sesuai dengan fantasinya.

Dalam masa ini, merupakan masa dimana anak belajar atau menyukai bergabung dalam sebuah kelompok. Diawali dengan keinginan kontak sosial dengan anak lain dan bermain. Masa ini juga sering disebut sebagai masa bermain, karena anak lebih senang untuk bermain-main dengan anak-anak lain. Pola perilaku sosial yang sering dimunculkan pada anak adalah negativisme, agresif, berkuasa, memikirkan diri sendiri, mementingkan diri sendiri, merusak, pertentangan seks dan prasangka. Perilaku sosial pada anak muncul disebabkan dengan meniru perilaku orang lain, belajar model, reinforcement dari teman.

  1. Periode Perkembangan Masa Remaja

Masa remaja merupakan salah satu fase dari perkembangan individu yang terentang sejak anak masih dalam kandungan sampai dengan meninggal. Masa remaja memiliki ciri yang berbeda dengan masa sebelum atau sesudahnya, sehingga masa remaja menjadi menarik untuk dibicarakan.  Usia masa remaja dimulai pada usia 11 tahun sampai dengan 18 tahun.

Problem sosial yang sering muncul pada masa ini adalah remaja lebih berkelompok dalam sebuah “gang” dimana rasa solidaritas remaja dituntut di dalam “gang” tersebut. Selain itu remaja juga cenderung merasa ingin untuk diperhatikan oleh orang lain dengan cara menonjolkan diri dan menaruh perhatian kepada orang lain. Dan juga remaja juga sering untuk menerima aturan serta berusaha menentang otoritas untuk urusan pribadinya.

  1. Periode Perkembangan Masa Dewasa

Pada masa dewasa dimulai pada usia 18 tahun yang sering disebut dewasa awal, individu dalam masa ini telah menyelesaikan tugas perkembangannya secara umum dan siap memikul status dan tanggung jawabnya dalam masyarakat bersama dengan orang lain. Pada masa ini problem sosial lebih terfokus pada hubungan keluarga dan dalam dunia kerja.

Permasalahan tekanan oleh keluarga maupun dari “bos” kerjanya menjadikan salah satu beban psikologis pada individu di usia dewasa awal.  Selain itu pada masa ini individu juga akan lebih merasakan kejenuhan karena kehilangan persahabatan yang dimiliki pada masa remaja.

Pada masa dewasa madya muncul pada usia 40 tahun hingga 60 tahun, pada masa ini merupakan masa dimana dalam kehidupan sosial individu lebih selektif dalam memilih teman. Selain itu pada dewasa madya individu telah berada pada posisi puncak karir dan ekonomi sehingga mereka mempunyai pengaruh dalam kehidupan sosial dan mempunyai banyak peluang untuk menjadi pemimpin.

Masa dewasa madya juga sering disebut sebagai masa berbahaya karena biasanya penyakit yang biasanya tidak dirasakan akan lebih terasa, selain itu beban pikiran akan mudah untuk menyebabkan stress.

Pada masa dewasa akhir dimulai pada usia 60 tahun, pada masa ini terjadi banyak sekali penurunan kemampuan individu. Baik secara fisik maupun psikis, beban pekerjaan dan keluarga akan lebih berkurang dan kehidupan sosialnya pun semakin berkurang dikarenakan kurangnya kemampuan.

3.      KESIMPULAN

a.       Dalam setiap periode memiliki karakteristik perilaku yang berbeda, sehingga juga menunjukkan bahwa setiap periode memiliki problem sosial yang berbeda-beda.

b.      Masa remaja dan dewasa merupakan masa yang panjang dan didalamnya akan lebih banyak problem sosial namun permasalahan yang muncul tidak jauh dari akibat banyaknya tugas perkembangan pada masa itu.

DAFTAR PUSTAKA

Endang Poerwanti dan Nur Widodo. 2002. Perkembangan Peserta Didik. Malang: UMM Pres.

Syamsudin,dkk. 2004. Buku Pegangan Kuliah (BPK PPKM) Perkembangan Peserta Didik. Yogyakarta: FIP UNY.

Zulkifli. L, Drs. 2001. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.